ANGIN, JEJAK, DAN KEHADIRAN YANG TIDAK HADIR Dari Lagu Cinta Menuju Ontologi Jejak Pada tingkat permukaan, Le Vent du Pont des Amants dapat segera dikenali sebagai sebuah lagu nostalgia-romantis. Dunia tekstualnya dihuni oleh unsur-unsur yang lazim dalam imajinasi chanson Prancis: sungai, bulan, kabut, lampu jalan, dermaga tua, biola dari sudut jalan, boulevard, kafe, trem, metro, hujan, parfum, bunga, dan seorang kekasih yang telah berubah menjadi siluet. Akan tetapi, pembacaan yang berhenti pada kategori "lagu cinta" justru berisiko mereduksi kompleksitas puitiknya. Sebab, pusat gravitasional teks ini bukanlah peristiwa percintaan itu sendiri. Teks tidak mengisahkan bagaimana dua kekasih bertemu, bagaimana hubungan mereka berlangsung, apa yang menyebabkan perpisahan, ataupun bagaimana salah satu dari mereka meninggalkan yang lain. Cinta hadir terutama sebagai sesuatu yang telah terjadi. Yang tersisa dari peristiwa itu bukan narasi, melainkan residu. Karena itu, pertanyaan p...