Postingan

KUMPULAN CERPEN MINI

Cara Mengubur Ibu yang Masih Hidup Pagi itu, Ibu mengetuk pintu kamarku dari dalam peti. "Aku sudah siap," katanya, suaranya tenang seperti air di ember yang tidak diguncang. "Jangan terlalu lama. Tanah cepat bosan menunggu." Di ruang tengah, peti kayu itu sudah terletak rapi sejak subuh. Tutupnya belum dipaku. Di atasnya ada kain putih, secangkir teh yang masih mengepul, dan surat keterangan dari puskesmas yang menyatakan Ibu sehat—denyut nadi normal, paru-paru bersih, tekanan darah stabil. Dokter menuliskan catatan kecil di pojok: Pasien tampak sangat yakin akan kematiannya . "Aku tidak sakit," Ibu menjelaskan sejak semalam. "Aku hanya selesai." Aku berdiri memandangi peti itu seperti memandangi kalender yang menolak tanggal. Di dapur, air mendidih terlalu lama sampai tutup panci bergetar seperti rahasia yang ingin melompat keluar. Tetangga sudah berkumpul di teras. Mereka membawa wajah-wajah yang rapi untuk acara duka, juga bisik-bisik yang ku...