Saya akan mendorong ontopuitik ini lebih jauh: keberadaan tidak diperlakukan sebagai keadaan yang tetap, melainkan sebagai sesuatu yang terjadi. Setiap puisi mencoba menemukan satu hukum keberadaan yang berbeda. Diksi saya jaga tetap padat, tenang, dan lebih mengandalkan citraan daripada abstraksi. AMBANG Segala sesuatu tidak lahir di tengah. Ia lahir di ambang. Antara embun dan daun. Antara pasang dan muara. Antara mata dan pandang. Di situlah keberadaan mula-mula belajar menyeimbangkan dirinya. Tak sepenuhnya datang. Tak sepenuhnya pergi. Hanya tinggal cukup lama untuk disebut dunia.BERAT Batu tidak berat karena bumi. Ia berat karena telah lama memikul waktunya sendiri. Lumut yang menempel bukan hiasan. Ia adalah tahun-tahun yang berubah menjadi hijau. Maka ketika seseorang mengangkat batu itu, yang berpindah bukan hanya sebongkah mineral, melainkan sebagian umur yang diam.GARIS PANTAI Laut tidak pernah mencapai daratan. Daratan pun tak pernah menaklukkan laut. Yang ada hanyalah gari...