Antara Ingatan dan Kehadiran: Posisi Kesadaran dalam Penulisan untuk Anak
Antara Ingatan dan Kehadiran: Posisi Kesadaran dalam Penulisan untuk Anak Perdebatan mengenai siapa yang “lebih tepat” menulis untuk anak—anak itu sendiri atau orang dewasa—sering kali berhenti pada wilayah efektivitas: selama teks dapat dipahami, dinikmati, dan berkomunikasi dengan pembacanya, maka teks tersebut dianggap berhasil. Namun, jika perhatian dialihkan dari fungsi komunikasi menuju posisi kesadaran yang melahirkan teks , tampak bahwa ada perbedaan mendasar yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh ukuran keberhasilan naratif semata. Perbedaan itu bukan pada kualitas, melainkan pada cara berada di dunia yang mendahului bahasa. Tulisan anak dan tulisan orang dewasa tentang anak dapat sama-sama berhasil sebagai cerita, tetapi keduanya lahir dari dua modus pengalaman yang berbeda: yang satu berasal dari kehadiran langsung , yang lain dari ingatan reflektif . Esai ini berusaha memetakan perbedaan tersebut melalui beberapa lensa teoretis: fenomenologi, naratologi, filsafat baha...