Rumah yang Jatuh ke Dalam Diri Sendiri
Masalahnya bukan pada rumah itu yang tiba-tiba hilang dari muka bumi. Masalahnya adalah rumah itu jatuh ke dalam —seperti kain yang ditarik ke pusaran air, seperti kertas yang dihisap ke dalam tinta—dan di dalam rumah itu, masih ada Aru dan Kemala, kakak-beradik yang sejak kecil tidak pernah akur, kini terjebak bersama di ruang tamu yang lantainya berubah menjadi langit-langit, sementara langit-langit menjadi lantai, dan semua pintu mengarah ke lorong yang tidak pernah berujung. "Siapa yang harus kita salahkan?" tanya Aru, sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke atas. Gravitasi di sini kacau. Kadang ia terlempar ke dinding, kadang ke jendela. Kadang ia merasa berdiri padahal ia bergelantungan. "Kita salahkan dirimu," jawab Kemala dingin. "Kau yang membawa pulang kotak aneh itu minggu lalu. Aku bilang jangan dibuka. Tapi kau dengar? Tidak. Kau selalu tidak pernah mendengarku." Kotak itu kini terbuka di tengah ruangan, mengambang di udara tanpa dasar. Da...