FABEL LINGUISTIK
••• LABIRIN YANG MEMANTULKAN PEMBACA Kancil tersesat, dan pembaca ikut terseret ke dalam labirin: kalimat pertama menuntun ke kalimat ketiga, kalimat ketiga menuntun ke paragraf kedua, dan paragraf kedua menulis ulang kalimat pertama. Setiap kali pembaca berpindah halaman, tokoh berubah, dan narasi menyesuaikan dirinya dengan pikiran pembaca. Akhir cerita? Tidak ada. Hanya langkah-langkah berputar, huruf-huruf yang menempel, dan labirin yang menyadari kehadiran pembaca. ••• LABIRIN YANG MEMBACA DIRINYA SENDIRI Pada awal cerita, ada seekor Kancil yang ingin pergi ke hutan. Ia membaca kalimat pertama: "Kancil berjalan ke hutan, dan hutan menatapnya." Saat Kancil melangkah, ia menemukan tanda panah yang menunjuk ke kalimat ketiga, tetapi kalimat ketiga berkata: "Jika kau berpindah ke kalimat ketiga, kau sudah berada di kalimat pertama." Kancil bingung. Ia menoleh ke kalimat kedua: "Kalimat kedua sedang menunggu Kancil untuk memahaminya." Namun, kalimat kedua ...