FABEL LINGUISTIK IV
••• KEBIJAKAN PUBLIK Janji itu seperti angin—datang, terasa sejuk sebentar, lalu tidak jelas ke mana perginya. Anggaran itu seperti es krim di tropis—ada sebelum sampai ke tangan yang seharusnya menerimanya. Undang-undang itu seperti payung di etalase—terlihat, terlindungi kaca, tidak untuk digunakan saat hujan. Demokrasi kita seperti lampu jalan di gang buntu—menyala, tetapi tidak menerangi jalan yang benar. Dan rakyat seperti tanah—selalu diinjak, selalu subur, selalu menghidupi pohon yang tidak pernah menaunginya. ••• ANAKRONISME SIDANG SEJARAH Hakim membuka berkas tahun 1965. Terdakwa sudah tidak ada—sudah mati dua puluh tahun lalu dengan tenang, dikelilingi cucu, di rumah dengan halaman luas yang dibangun di atas nama orang lain. "Bagaimana votumnya?" tanya hakim. Jaksa membuka map. Map itu kosong. Sudah kosong sejak 1966. "Saksinya?" "Saksi-saksinya ...," jaksa menghitung, "sudah berjumlah satu juta." "Di mana mereka?" "D...