Postingan

PERCAKAPAN TERAKHIR YANG TIDAK TERDENGAR SIAPA-SIAPA

ARSIP Dokter Wulan menemukan arsip pertama di lemari besi rumah sakit yang sudah tidak dipakai sejak tahun 1987. Bukan arsip kertas. Bukan arsip digital. Sesuatu yang lebih tua dari keduanya, yang hanya muncul ketika lemari besi dibuka setelah terlalu lama tertutup, dan udara luar menyentuh udara dalam yang sudah menjadi miliknya sendiri. Arsip itu berbentuk tangan. Tangan kanan, melayang, transparan di tepinya tetapi padat di jari-jarinya. Tangan yang menulis, tangan yang memegang termometer, tangan yang pernah—Dokter Wulan merasakannya sebelum melihatnya—memegang bahu pasien yang gemetar dan berkata Ini akan cepat selesai . Tangan itu tidak bergerak sendiri. Tangan itu menunggu. Menunggu Dokter Wulan untuk memegangnya, untuk membiarkannya menulis melalui tangannya, untuk menjadi medium bagi sesuatu yang sudah tidak punya tubuh tetapi masih punya tugas. Ia mencoba tidak memegang. Tiga hari. Tangan itu mengambang di sudut ruang periksa, tidak mengganggu, tidak memaksa, hanya menunggu d...

ANTOLOGI CERPEN: ARU DAN KEMALA

ARU YANG BELAJAR DARI YANG TIDAK BISA DILIHAT Aru hidup di kota yang tidak pernah gelap. Lampu-lampu menyala terus-menerus, siang dan malam, musim panas dan musim dingin. Kegelapan telah dilarang—bukan dengan undang-undang, tapi dengan ketakutan kolektif . Takut pada apa yang mungkin ada di dalamnya. Kemala adalah satu-satunya yang masih memiliki lentera yang bisa dipadamkan. "Kamu tidak pernah melihat kegelapan," katanya kepada Aru. "Bukan kegelapan sebagai absen cahaya. Tapi kegelapan sebagai hadir . Sebagai sesuatu yang ada, yang hidup, yang... berbincang." Aru menggeleng. "Kegelapan hanya tidak ada cahaya. Tidak ada apa-apa di sana." "Apakah?" Kemala memadamkan lenteranya. Ruangan menjadi hitam. Bukan hitam biasa—hitam yang tebal . Hitam yang memiliki tekstur. Hitam yang bisa dirasakan di kulit, di tulang, di... tempat yang tidak punya nama. "Apa yang kamu lihat?" tanya Kemala dari kegelapan. Aru mencoba melihat. Yang ia temukan buk...