Postingan

ARU, KEMALA, DAN AMIRA YANG MEMASAK HUJAN Dapur warung Nasi Hujan tidak punya ventilasi modern. Asap dan uap keluar melalui lubang di atap genting yang disengaja dibiarkan bolong—Aru percaya bahwa masakan harus bisa "melihat" langit sebelum disajikan. Warungnya terletak di pinggir sungai kecil yang kini hanya mengalir tiga bulan dalam setahun. Sisanya, sungai itu adalah ingatan —bekas lembap di batu-batu kering, bau tanah yang tidak pernah benar-benar kering, suara yang tidak pernah benar-benar sunyi. Hari ini, sungai kering. Langit biru tanpa awan selama empat puluh tujuh hari berturut-turut. Desa di sekitar warung mulai kehilangan kata-kata untuk hujan—anak-anak muda mengatakan "turun air" dengan nada asing, seperti orang menyebut nama nenek yang sudah lama meninggal. Aru berdiri di depan kompor kayu. Di tangannya, pisau dapur yang sudah tumpul karena sering dipakai memotong sesuatu yang lebih keras dari daging: akar-akar pengingat . Akar dari pohon yang tidak pu...

PERCAKAPAN TERAKHIR YANG TIDAK TERDENGAR SIAPA-SIAPA

ORKESTRA Nama saya Aru. Saya adalah konduktor orkestra yang tidak pernah percaya bahwa musik itu nyata. Bukan karena tuli—saya mendengar dengan sempurna. Bukan karena tidak berbakat—saya belajar di konservatorium terbaik, di bawah guru yang pernah menangis ketika saya memainkan Adagio Mahler. Saya tidak percaya pada musik karena saya tahu, dengan cara yang tidak bisa saya jelaskan, bahwa musik bukanlah bunyi . Musik adalah kepercayaan yang diberi bentuk waktu . Dan saya, Aru, tidak pernah bisa memberikan kepercayaan pada apa pun. Sampai saya menemukan orkestra ini. Orkestra tidak punya nama. Tidak punya gedung. Tidak punya penonton yang membayar tiket. Yang ia punya hanyalah partitur —partitur yang ditulis dengan tinta yang berubah warna sesuai dengan siapa yang membacanya, di atas kertas yang terasa seperti kulit yang masih hangat, dengan notasi yang tidak ada di sistem musik Barat maupun Timur. Notasi itu adalah gambar . Gambar tumbuhan yang tidak pernah saya lihat. Gambar hewan yan...