DONGENG YANG MENUNGGU DI AMBANG PINTU

DONGENG YANG MENUNGGU DI AMBANG PINTU


Sebelum huruf diajarkan,
orang-orang tua di desa suka bilang
bahwa dunia sudah punya bahasa sendiri—
bahasa yang hanya mau muncul
bila seorang anak berjalan tanpa takut.

Mereka berkata,
di hutan sebelah sungai
tinggal roh kecil bernama Serat-Angin,
yang mengajari anak-anak
bagaimana menakar rasa penasaran
dengan menimbang daun di telapak tangan.

Kadang, bila malam sedang murah hati,
bayangan pohon membentuk cerita
tentang raksasa yang lupa marah,
atau peri yang kehilangan nama
lalu meminjam huruf dari batu sungai.

Anak-anak mendengar semuanya
dengan mata lebar seperti jendela.

Dan ketika huruf akhirnya tiba,
mereka menggunakannya
untuk menuliskan kembali kisah-kisah itu—
bukan karena diwajibkan,
melainkan karena dongeng-dongeng itu
meminta tempat untuk tinggal
di buku kehidupan.


Sukabumi, 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BETAWOL