JAM YANG TAK BERHENTI MELEDAK
jam yang tak berhenti meledak
untuk afrizal malna
di kota yang sudah tak ada,
tersisa satu jam dinding
waktu di dalamnya tidak berputar,
tetapi berdetik ke segala arah
tiap kali seseorang menatapnya,
jarum jam akan meledak diam-diam
menjadi bunga api
lalu kembali utuh
kemudian meledak lagi
lalu kembali utuh
kemudian meledak—
lagi
di belakang jam itu tertulis:
"ini bukan waktu
ini adalah ingatan yang tak diberi ruang"
suara dari dalam jam berkata:
"aku adalah detik
yang terlalu sadar
bahwa aku akan segera dibungkam
oleh detik yang lebih patuh"
penduduk kota hilang satu per satu
bukan sebab mati
melainkan karena tak tahu lagi
kapan mereka berada
mengulang kalimat-kalimat
tanpa tanda titik
terkadang,
waktu tidak untuk diukur—
tetapi untuk disangkal,
dalam ledakan kecil
yang terus-terusan
menunggu giliran;
yang terus-terusan
menolak diselesaikan
"aku masih di sini:
detik yang terus berdetak
detik yang bersiap untuk meledak
lagi
lagi
dan lagi"
Sukabumi, 2025
Komentar
Posting Komentar