KASIP
KASIP
Aku tak menulis apa pun.
Hanya menjaga yang tertinggal
dari sesuatu yang tak jadi tiba,
menunggu gema terakhir
dari langkah yang tak sempat memilih arah.
Ada nama yang pernah hampir menjadi suara;
kini ia tinggal napas tanpa mulut.
Ada jejak yang dahulu hampir menjadi tubuh;
kini hanyalah hangat tipis
di punggung angin yang lewat.
Yang kutahan di sini bukan kata,
melainkan pintu yang enggan menutup—
ia terus menatap
sesuatu yang telah kasip.
Yang kupeluk di sini bukan ingatan,
melainkan jendela
yang menolak menggeser tirai—
sebab tak ada lagi yang ingin disapa
oleh sepasang mata
yang lelah menafsir cahaya.
Sukabumi, 2025
Komentar
Posting Komentar