PELAJARAN SUNYI
PELAJARAN SUNYI
Sebelum ada buku,
gelas-gelas di dapur
mengajar anak-anak tentang gema:
ketika diketuk pelan,
ia mengembalikan suara
yang terdengar seperti nasihat
dari tempat yang tidak terlihat.
Sendok mengajarkan gravitasi,
tetapi dengan humor kecil—
selalu jatuh ke arah yang sama
meski anak-anak terus menebak berbeda.
Keset di depan pintu
menyimpan jejak pelajaran lama:
setiap langkah yang melewatinya
membuatnya mendesis lembut
seolah mengingatkan,
"Semua perjalanan dimulai dari sini."
Bantal mengajarkan mimpi,
tidak dengan teori,
tetapi dengan membuka pintu
ke ruang yang hanya ada
pada malam-malam tertentu.
Ketika huruf akhirnya tiba,
anak-anak sudah tahu
bahwa dunia tak pernah diam.
Ia selalu mencoba berbicara
melalui benda-benda mati
yang ditemui setiap hari—
dan alfabet hanyalah bahasa kedua
setelah segala keajaiban
yang paling sederhana.
Sukabumi, 2025
Komentar
Posting Komentar